IAIN Palangka Raya – Prodi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) ,Fakultas Tarbiyah
dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya mengadakan kuliah dosen tamu oleh Dr.
Supardi, M.pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNG). Tema “Peluang Dan Tantangan Ilmu Sosial Dalam
Implementasi Kurikulum 2013”. Kegiatan berlangsung pada Selasa (22/03) pukul
08.00 WIB di Laboratarium lantai 2 IAIN Palangka Raya dengan peserta mahasiswa/i
prodi PGMI.
Kepala
Prodi PGMI, Asmawati M.Pd dalam sambutannya menganjurkan agar berperan aktif
diruangan dalam kuliah dosen tamu yang akan disampaikan pemateri hari itu
sampai selesai sesuai dengan tema peluang dan tantangan ilmu sosial dalam
implementasi Kurikulum 2013.
Dr.
Supardi selaku pemateri menyampaikan bahwa
pendidikan di Indonesia berbeda dengan di India namun, sama-sama negara
berkembang. Biaya ekonomi di India lebih murah dibandingkan di Indonesia.
Contohnya biaya pendidikan di Indonesia rata-rata 1 juta di India gratis namun
fasilitas di India kurang daripada fasilitas seperti di Indonesia
“kita harus bersyukur di Indonesia program lebih dihargai tetapi
ada nilai plus minesnya inilah dengan ilmu sosial. Di Indonesia setiap tahunnya
direvisi sekarang kita memakai Kurikulum 2013. Di India 10 tahun sekali
berganti buku dan karakter siswanya berbeda. Disana siswanya setiap ada
pertanyaan langsung berdiri menjawab barangkali itu yang berbeda. Kita bisa
merefliksi bersama bagaimana tantangan pendidikan khusus di Indonesia kalau dari
segi fasilitas kita menang”. Jelasnya dalam menyampaikan meteri saat itu.
Wahyu
Santosa selaku peserta mengatakan kuliah umum sangat menarik. Mereka bisa
berdiskusi dan belajar memecahkan masalah dari pembahasan diskusi.
“acaranya
sangat menarik dimana kita bisa dapat belajar bersama, berdiskusi dan
memberikan tanggapan dari setiap apa yang didiskusikan. Dari proses awal sampai
terakhir sangat menarik dari mulai cara pembelajarannya kita dapat mengatahui
bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada kurikulum yang dipakai dan kita
juga dapat mampu bealajar berdiskusi untuk memecah masalah yang kita diskusikan”,
ucapnya.(Khairan/**)



KOMENTAR