FORUM DISKUSI : Muhammad Sandy Alfath (depan dekat baju merah) di Auditorium Muhammad Abduh Al Azhar University, Kairo,
Mesir.
IAIN Palangka
Raya - Di kesempatan kali ini giliran putera
daerah Kalimantan Tengah Muhammad Sandy Alfath Mahasiswa IAIN Palangkaraya
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Jurusan Bahasa Inggris mengapresiasikan
dirinya menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk menghadiri acara
bergengsi yang telah diselenggarakan (24-31/
7) di Auditorium Muhammad Abduh Al Azhar University, Kairo, Mesir.
Dihadiri beberapa narasumber Mahfud MD (Mantan Ketua MK), Anies Baswdan
(Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia), Lukman Hakim Saifuddin
(Menag), Imam Nahrawi (Menpora), Yudi Latif (Pakar Politik), Setyo Wibowo
(Filsuf dan Pakar Agama), J Kristiadi (Pakar Politik), Bima Arya (Walikota
Bogor), Dedi Mulyadi (Walikota Purwakarta), Karina Supeli (Filsuf) , Eko
Prasetyo (Dirut LPDP), dan Syekh Ahmad Thayib (Grand Syeikh Azhar).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
mengharapkan agar pemuda tidak kehilangan jati diri kebangsaan. “Identitas
kebangsaan tidak hanya sebatas pada nasionalisme” Katanya memberikan pesan ke
peserta dalam pembukaan kegiatan, Minggu (24/07).
Alfath mengatakan, tema Memperteguh
Identitas Bangsa Indonesia sangat bagus
bagi para pemuda bangsa Indonesia. “karena sebagai pemuda kita perlu tahu makna
identititas kita sendiri, bagaimana daya jual yang dapat kita berikan untuk
negeri dan harus memiliki ciri khas atau kepribadian yang unik” ungkapnya.
Forum Diskusi Simposium Internasional Cairo
yang ke-8 selain dihadiri pemuda Indonesia, juga dari berbagai Negara kurang
lebih 46 Negara. Forum yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)
memiliki berberapa sub-acara seperti forum diskusi panel, dialog interaktif,
dan beberapa acara lainnya. Acara puncak kegiatan diadakan kompetisi
kreatifitas dan menantang daya intelegensi. Kegiatan telah diselenggarakan
dalam kurun waktu kurang lebih setengah tahun dengan tujuan memperkukuh
keyakinan generasi muda dalam memperkaya rasa peduli akan identitas bangsa dan
mempertahankan rasa nasionalisme.
Mahasiswa yang pertama kali ke Mesir ini menyampaikan, kegiatan ini tidak pernah terlupakan khususnya sebagai mahasiswa yang masih
terus berkarya. Forum ini sangat bermanfaat bagi pemuda yang masih mengemban
amanah menuntut ilmu.
“Grand Syekh Al Azhar pun memberikan
apresiasi semangat dan arti Identitas Bangsa Indonesia untuk kami. Pentingnya
kita mengenal dunia luar untuk menambah kecintaan kita dengan indonesia,
menambah ilmu bekal untuk masuk ke dalam dunia kerja. Berdiaspora itu memang
bukan hal sepele dengan melihat perbedaan dan menafsirkannya sebagai rahmat,
berkah atas indahnya kebudayaan dunia terutama kebudayaan indonesia. Ketika saya
keluar negeri pertama kali membuat saya merasa indonesia memang taman surga dan
saya semakin cinta dengan Indonesia,” kata
mahasiswa asal Pangkalanbun, Minggu (14/08). (Ricky)



KOMENTAR