![]() |
| Arahan: Harles Anwar sedang menyampaikan mengenai pemotongan dana beasiswa di gedung Aula FTIK Sabtu pagi (8/10) |
IAIN Palangka
Raya- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Harles Anwar M.Si
bersama SubBagian Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama IAIN Palangka Raya Sapuadi
M.Pd, mengadakan Sosialisasi tentang Sistem Informasi Beasiswa Terpadu (SIMADU).
Guna memberikan pengarahan dan pemahaman mengenai beasiswa, kegiatan dilaksanakan
di Aula FTIK, Sabtu (8/10).
Disosialisasi itu, Wakil Rektor III menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan turunnya dana
beasiswa peningkatan prestasi
akademik. Akibat dari pemotongan anggaran dana kampus
berimbas pada pemangkasan anggaran beasiswa.
“Berdasarkan instruksi
kementerian agama pusat dan menteri agama, Rektor IAIN Palangka Raya
menyampaikan bahwa kampus terkena pemotongan anggaran yang kedua kalinya
senilai 1 M. Akibat adanya pemotongan tersebut pihak pimpinan harus memangkas
anggaran beasiswa, karena anggaran dari semua unit bidang kemahasiswaan sudah dilakukan pemotongan, sehingga tidak ada yang
dapat dipangkas lagi,” katanya saat memberikan pengarahan.
Harles menambahkan, IAIN mendapat pemotongan anggaran awal sekitar 2,8 M,
kemudian mendapat pemotongan anggaran lagi sebesar 1 M. Besarnya pemotongan
tersebut mengharuskan pihak kampus untuk memangkas anggaran dana beasiswa dengan
cara mengurangi jumlah penerima beasiswa.
“Kouta awal calon penerima beasiswa sebanyak 147 orang, berdasarkan
adanya pemotongan anggaran lagi sehingga tahun ini calon penerima beasiswa
hanya 100 orang.” tambah Harles.
Menurut Sapuadi mahasiswa yang tidak menerima beasiswa tahun ini akan
diprioritaskan tahun depan. “Pengurangan jumlah calon penerima beasiswa, bukan berarti 47 orang itu dihilangkan dari
daftar penerima beasiswa. Tapi diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa di
tahun 2017 tanpa tes,” katanya ketika wawancara.
Kurangnya informasi membuat beberapa penerima beasiswa tidak mengetahui adanya
pengurangan jumlah yang menerima. Salah satu yang tidak mengetahui ialah RF (inisial) dari jurusan Bahasa sebagai calon penerima. Dia tidak tahu bahwa
beasiswanya harus ditunda sampai tahun depan.
Rf dalam wawancara mengungkapkan kekecawaannya atas tidak adanya
pemberitahuan dari pihak kampus mengenai pengurangan jumlah calon penerima beasiswa. “Alangkah baiknya
jika semua calon penerima beasiswa
dikumpulkan dan diberitahu secara langsung oleh pihak kampus bahwa ada beberapa
orang yang harus menerima beasiswanya tahun depan, sehingga tidak ada mahasiswa
yang bingung,” ucapnya.
Dia juga merasa kesulitan dan bingung mencari informasi adanya
pengurangan penerima beasiswa, ungkapnya.
Penulis : Eva
Editor : Ric



KOMENTAR