IAIN Palangka Raya - . Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM)
hanya menetapkan 4 dari 5 pasangan yang berhak lanjut sebagai ketua dan wakil DEMA
IAIN Palangka Raya 2017/2018. Pasangan Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) dan
Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma) setelah pengundian nomor urut 21
November, ditetapkan nomor urut 1 pasangan Capresma Hendra (HSY) dan Cawapresma
Emha Ainun Nadjib (PAI), diikuti pasangan nomor urut 2 Capresma Makbullah Turahmaniah
(PAI) dan Cawapresma Zulfi Lisdayanti (ESY), nomor urut 3 Capresma Hamzah Ainul
Muchlas (ESY) dan Cawapresma Muhammad Takdir (PBI) dan nomor urut 4 Capres Noorhidayah
(AHS) dan Cawapresma Hendra Adi Kusuma (ESY).
Menurut
anggota KPUM Ahmad Sarwani Afdani (AHS/semester 5) pasangan Wilmar Okto Wardana
dan Rudy Heryanto dari Ekonomi Syariah yang sudah terdaftar sabagai bakal calon
namun tidak dapat melanjutkan pencalonan. “ karena tidak melengkapi persyaratan
berkas untuk mengikuti pemilihan”, ujarnya di gedung D2 lantai 1 ruangan SEMA,
Selasa (22/11).
Anggota KPUM Ranny (PBI)
menambahkan pada 22-25 November merupakan kesempatan bagi Capresma untuk
melakukan kampanye terbuka di lingkungan kampus IAIN. Dia juga
memberitahukan setelah masa kampanye akan diadakan debat terbuka pada 26
November sedangkan opsi tempatnya di Aula IAIN atau di lapangan depan Rektorat.
“Pengambilan nomor urut bagi
masing-masing pasangan Capresma disaksikan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Ahmad Syarif
Abdullah bersama KPUM, kemudian mereka diberikan waktu 3 hari untuk berkampanye”,
kata Ranny dalam wawancara.
Ranny menyampaiakan setelah
serangkaian kegiatan tersebut akan dilakukan pemungutan suara pada 29 November.
Dia juga menghimbau agar KPUM bisa mengawasi mahasiswa untuk tidak golput
(golongan putih). “Karena sejauh ini belum ada peranan KPUM mengajak
mahasiswa agar tidak golput,”
tutupnya.
Penulis: Eva
Editor : Rikky



KOMENTAR