Palangka Raya, Jum’at
29 Maret 2018 --- kontrol sosial sebagai salah satu fungsi organisasi
mahasiswa, tidak akan tercapai tanpa disertai budaya diskusi di antara
mahasiswa. Karena dengan berdiskusi, para mahasiswa akan terbiasa untuk
bertukar gagasan sehingga dengannya mampu menghasilkan pandangan kritis yang
mampu memberikan saran untuk pembenahan kampus.
Kesadaran ini nampaknya
memberikan dorongan DEMA IAIN Palangka Raya untuk memulai mengadakan forum diskusi
di luar pembelajaran kelas antar mahasiswa. Forum ini diberi nama Fordisar:
Forum Diskusi Selasar yang pada kali ini mengangkat tema: “Mahasiswa Berbicara:
Pendapat Tentang Kampus”
Mengambil lokasi di selasar area kampus pada sore hari dengan suasana santai, diskusi ini
berjalan dengan lancar. Walaupun, karena ini masih permulaan, belum banyak
yang hadir. “Karena untuk memulai sesuatu yang baik dan baru memang
seperti ini, perlu proses, kami tetap optimis forum diskusi ini berjalan istiqomah” ungkap Kamil, ketua DEMA IAIN Palangka Raya.
Empat belas mahasiswa/i
yang hadir, terdiri dari anggota DEMA , SEMA FEBI, HMJ FEBI, serta LPM IAIN
Palangka Raya. Peserta diskusi antusias menyampaikan pendapat dan uneg-uneg-nya. Banyak hal yang disoroti,
diantaranya; tentang keberlangsungan KOPMA dan MAPALA, pelayanan lab bahasa,
sekretariat ormawa yang baru, bahkan sampai bayangan 2000 mahasiswa dengan
kondisi kampus nantinya.
Yuda dari SEMA FEBI
yang mengikuti diskusi menyambut kegiatan ini dengan baik. “Forum diskusi ini
adalah sebuah inovatif, pembaruan untuk kampus kita, karena ini hal konkret
dari ide-ide yang sudah ada dulu. Dari
diskusi yang baik akan terlahir solusi yang baik. Semoga ormawa dan mahasiswa
yang lain bisa bergabung pada forum selanjutnya” dia mengatakan.
Memang kegiatan seperti
ini akan sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan oleh para mahasiswa. Selain
menjadikan kegiatan ini berketerusan, tugas DEMA selanjutnya adalah
meningkatkan ajakan kepada mahasiswa yang lain, khususnya ormawa.
“ Iya, memang awal-awal
ini kami mencoba dengan undangan terbuka saja dulu, nanti akan kami coba juga
menggunakan undangan secara formal. Harapan kami kepada para mahasiswa, mari
budayakan diskusi, karena diskusi tidak hanya di dalam kelas, pada forum
seperti ini juga bisa. Semakin banyak pemikiran yang didiskusikan, semakin baik
solusi yang bisa kita ciptakan untuk kebaikan kampus” jelas Kamil.
Reporter: Arifin



KOMENTAR