Al-Mumtaz News, 31 Maret 2018 ---
Organisasi mahasiswa adalah bagian penting bagi keberlangsuangan pendidikan dan
kehidupan di setiap kampus. Karena tanpanya
aktivitas kampus tidak berjalan dengan ideal.
Peran setiap orwama kampus yang
pada satu sisi mendukung, membantu dan menggiring kebijakan dan kegiatan di
lingkungan kampus, juga pada satu sisi yang lain sudah semestinya harus
memberikan kritik dan masukan jika memang dalam perjalanannya kampus tidak
berjalan pada rel yang seharusnya.
Tentu saja hal ini tidak akan
terlaksana jika setiap insan yang berkecimpung dalam ormawa tersebut tidak
membekali dirinya dengan berbagai pemahaman yang benar dan pemikiran kritis.
Selain pemahaman itu, hal yang
paling urgen dan konkret adalah setiap pengurus ormawa harus mengetahui dan
menyadari dengan betul apa peran dan fungsi sebenarnya dari setiap ormawa yang
mereka emban.
“kita harus sadar, kita harus
menjadi mitra yang sesungguhnya. Antar ormawa, begitu pula dengan atasan, kita
tidak hanya menjadi pelaksana saja, tapi kita juga memberikan sumbangan,
masukan, terhadap rumusan kebijak
an” tegas Kamil, ketua DEMA, pada suatu
kesempatan diskusi. Forum diskusi yang coba dimulai dan digerakkan oleh DEMA
IAIN Palangka Raya.
Dengan kata lain, setiap ormawa
itu sudah seharusnya saling bersatu, bermitra dan bersisian dalam usaha bersama
membangun dan membenahi kondisi kampus. Kita boleh bersaing antar lembaga,
fakultas, jurusan dan sebagainya. Namun jadikan hal itu sebagai aktivitas
berlomba dalam kebaikan. Di atas itu semua, yang paling penting jika ada hal
yang bisa kita soroti dan laksanakan bersama, marilah duduk bersama,
merumuskan, lalu menindaknya bersama-sama pula.
Seminggu ini LPM Al-Mumtaz IAIN
Palangka Raya menyoroti tren yang bagus dari berbagai ormawa di IAIN Palangka
Raya. Mulai dari terlaksanannya diskusi di ruang publik, silaturrahmi yang
terjadi antar berbagai ormawa, sampai pemanfaatan waktu libur untuk mengadakan
rapat membahas kegiatan di setiap
ormawa.
“Silaturrahmi itu selain untuk
komunikasi dan sharing terkait aktivitas masing-masing ormawa juga menciptakan
ruang diskusi yang bagus untuk saling berbagi info rencana kegiatan” ujar
Kamil, setelah silaturrahmi ke DEMA FTIK. Hal ini memungkinkan jika ada
kegiatan bersama bisa saling berkombinasi.
Anang Rahman sebagai ketua DEMA
FTIK, juga ikut berkomentar. Menurutnya, ini adalah suatu langkah positif,
untuk menjaga persaudaraan dan komunikasi, meningkatkan rasa sensitivitas tentang
kondisi yang terjadi di kampus, memikirkan solusi positif bersama yang mengarah
pada penyelesaian atas hal itu.
Waktu libur tanggal merah pun
tidak menjadi alasan bagi mereka untuk tidak meramaikan kampus dengan berbagai
hal positif. Seperti apa yang dilakukan DEMA FUAD dan DEMA Syariah pada hari
libur paskah, mereka mengisinya dengan mengadakan rapat yang berbuah rumusan
kegiatan yang akan segera dilaksanakan.
“Ini rapat dengan tema “Menatap ke depan” pada kali kami melaporkan
gagasan di setiap divisi yang ada, ada dua kegiatan pada awal April ini yang
akan kami ekseskusi” Bahaudin, ketua DEMA FUAD mengungkapkan.
Penulis: Arifin.



KOMENTAR