Oleh
: Khairan
PENDIDIKAN
GURU MADRASAH IBTIDAYAH
IAIN
PALANGKA RAYA
Melihat
kondisi saat ini, bolehlah kita
berpendapat minat membaca buku kurang
diminati oleh para mahasiswa. Padahal, mahasiswa adalah agent of change bagi
bangsa dan negara. Dalam hal agen perubahan itu, sudah semestinya mahasiswa
tekun membaca.
Mahasiswa menurut Sarwono [1978] – merupakan suatu kelompok dalam masyarakat
yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi.
Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau
cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan
berbagai predikat.
Namun faktanya, mahasiswa saat ini jauh dari
harapan dari arti mahasiswa yang dinyatakan oleh Sarwono di atas karena
mahasiswa saat ini bukan lagi calon cendikiawan ataupun intelektual muda yang
banyak menghabiskan waktunya membaca, menulis, dan berdiskusi.
Berhadapan dengan kemajuan tekhnologi yang
canggih, saat ini mahasiswa lebih menyukai dan menghabiskan waktu hanya untuk
main Game Online, hal-hal yang membuat mahasiswa sekarang lupa arti mahasiswa
itu sebenarnya.
Menurut Sebuah
survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang
bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat
60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014.
Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Melihat kondisi itu, minat baca bangsa Indonesia sangat prihatin
dengan kondisi kita rangking ke-2 dari urutan terakhir, survey yang dilakukan
oleh Central Connecticut State Univeristy (CCSU).
Hodgson (Tarigon, 1994 : 7 ) mengatakan bahwa membaca
adalah merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca
untuk memproleh pesan yang disampaikan penulis melalui bahasa tulis.
Suatu proses yang menuntut agar sekelompok kata yang merupakan satu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.
Suatu proses yang menuntut agar sekelompok kata yang merupakan satu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.
Sudah semestinya mahasiswa punya kemauan dan kemampuan
yang terhadap membaca.
Sebenarnya, dalam membaca sangat mudah apabila kita
banyak memiliki waktu luang. kondisi saat ini, khususnya mahasiswa adalah orang
yang memiliki banyak waktu dalam belajar terbukti dalam sehari mahasiswa bisa
menghabiskan waktu sampai 6 SKS.
Bayangkan, jika suatu waktu sedang menunggu dosen sebelum
masuk kelas, kita bisa membaca terlebih dahulu agar pengetahuan kita lebih
luas, jangan kita biarkan waktu yang berharga itu kita habiskan untuk main game
Online dan melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting.
Sebagai kaum intelektual muda seharusnya ini menjadi
tolak ukur kita agar kondisi ini tidak dibiarkan begitu saja. Karena ini sebuah
cambukan yang begitu menyakitkan bagi bangsa Indonseia khususnya yang bergelar
sebagai mahasiswa yang didapat di perguruan tinggi. Jadikanlah gelar sebagai
mahasiswa itu sebenar-benarnya agen perubahan bagi bangsa dan negara.



KOMENTAR