LPM AL-MUMTAZ -- Mahasiswa, sebagai insan akademis
sudah semestinya bijak dan jernih menanggapi suatu isu. Kondisi itu akan
terlaksana jika mahasiswa merasa terpantik untuk melakukan diskusi jika
terjadi suatu isu yang kontroversial.
Acara diskusi lesehan
mahasiswa (DILEMA) menanggapi puisi kontroversi Sukmawati diadakan oleh
Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah pada hari Sabtu
07/04/18
.
Wakil Ketua Dema fuad, Husen,
menanggapi positif dan berharap akan terus diadakan kegiatan yang seperti
ini. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan diskusi ini, di mana kita dapat
belajar menyampaikan pendapat dan menjadi kritis terhadap problematika di sekitar kita” katanya.
“Saya harap, kegiatan seperti
ini akan terus diadakan dan tidak hanya menunggu adanya isu atau kontroversi
yang muncul tetapi diadakan seminggu sekali untuk menambah wawasan bagi
Mahasiswa terkhusus Mahasiswa Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah” tambah Husen.
Acara yang berlangsung di Aula
gedung FUAD ini berjalan cukup menarik, pasalnya respon dari para audiens
yang ingin menyampaikan berbagai pendapat baik yang pro dan kontra dari
berbagai sisi sangat variatif, mulai dari bagaimana mahasiswa menanggapi
kontroversi, pandangan dari sisi sastra dan politik, dan bagaimana seharusnya
mahasiswa menanggapi ini dengan positif.
Diskusi ini sendiri dipimpin
oleh Arifin Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 6.
"Awalnya saya resah melihat beberapa kawan mengumpat-ngumpat di
media sosial karena isu ini. Lalu saya mencoba menggagas kegiatan supaya
bagaimana caranya mahasiswa bisa mendapat hal positif dari hal ini, yaitu
berdiskusi. Saya merasa sangat puas, karena teman-teman mau hadir dan
berlatih bagaimana menanggapi suatu isu dengan bertukar gagasan. Semoga
pertemuan selanjutnya bisa lebih banyak yang berpartisipasi"
Selain diskusi, acara ini
juga diselingi dengan hiburan dari penampilan SANAK Band dan pembacaaan
beberapa puisi.
"Saya sangat setuju dengan
acara diskusi ini.saya merasa dengan ini akan meningkatkan kepekaan
mahasiswa terhadap masalah SARA .Dan peran mahasiswa dalam menanggapi para
pelaku tindakan SARA tersebut, terlebih kita sebagai umat Islam"
ungkap Najih, salah satu peserta diskusi, dan perwakilan dari pengurus
DEMA IAIN palangka Raya.



KOMENTAR