LPM Al-Mumtaz --- Minggu 8 April 2018,
Forum duduk bersama di luar kelas untuk berdiskusi kembali dilaksanakan oleh
mahasiswa.
Kali ini Himpunan Mahasiswa
Adab yang menggelar forum bermanfaat ini. Objek diskusi yang diangkat adalah
fenomena April Mop. Dilaksanakan di Aula Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,
mahasiswa kembali belajar saling mengungkapkan pendapat.
Fenomena April mop dikupas oleh
mereka dengan pendekatan sejarah dan kebudayaan. Karena yang hadir memang
kebanyakan mahasiswa prodi sejarah dan peradaban Islam.
Najib Anshari, sebagai pemantik
memaparkan bagaimana isu ini dipandang dengan sejarah Islam. Pasalnya, ada yang
mengaitkan fenomena April Mop ini dengan pembantaian kaum Muslim di Andalusia
di masa lampau.
"Namun hal ini masih perlu
dipertanyakan, karena ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa hal itu
hoax. Jadi kita harus diskusikan lagi" lanjutnya.
Selain itu, fenomena April Mop ini juga dikupas dengan kritis oleh peserta yang lain.
"Fenomena April Mop ini
tidak bisa kita sebut sebagai semacam 'peringatan' sebuah hari tertentu. Itu
hanya kebiasaan saja. Namun tidak ada legitimasi dari pemerintah" peserta
diskusi lain mengemukakan.
Salah satu wartawan LPM Al-Mumtaz juga ikut hadir di sini. Salah satu kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa fenomena 1 April yang diisi dengan kebohongan yang mesti dimaklumi ini, tidak banyak membawa faedah, budaya ini tidak berdampak positif jika di bawa ke Indonesia, apalagi bagi umat Islam, yang melarang berbohong walaupun untuk bercanda.
Reporter: Arifin



KOMENTAR