Al-Mumtaz, Palangka Raya- Sepertinya kampus pada umumnya yang sedang mengalami perkembangan
pesat, IAIN Palangka Raya semakin menjadi sorotan khalayak. Seperti halnya yang kini sedang menjadi perhatian
oleh jurnalis kampus adalah Pengelolaan Beasiswa, khususnya Beasiswa Kalteng
Berkah.
Terkait beasiswa Kalteng Berkah pada saat penerimaan calon penerima beasiswa bulan Oktober tahun 2017 dalam surat yang diedarkan kepada mahasiswa, berisikan beberapa syarat khusus bagi pendaftar yang dicantumkan diantaranya adalah mahasiswa aktif dengan IPK minimal 3,00. Namun pada saat pengumuman terdapat beberapa mahasiswa angkatan 2017 yang secara administrasi tidak memenuhi persyaratan, karena belum aktif mengikuti masa perkuliahan sehingga secara otomatis belum memiliki Kartu Hasil Studi (KHS).
Ketika jurnalis kampus mewawancarai Sapuadi sebagai pihak pengelola beasiswa, Ia menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah masalah.
“kalo itu tidak masalah bagi saya, hanya sekitar 10 orang mahasiswa
semester 1 yang mendapatkan beasiswa Kalteng Berkah”, terangnya.
Penjelasannya tersebut berbeda dengan yang ia sampaikan sebelumnya pada saat penerimaan, Ia menyebutkan bahwa IPK minimal 3 adalah tolak ukur dalam penilaian.
Lihat:http://www.iain-palangkaraya.ac.id/new/275-mahasiswa-iain-bakal-dapat-bantuan-pendidikan/#more-3313
Saat diminta data penerima beasiswa Ia justru memberikan data yang tidak dapat ditafsirkan dengan akal sehat, dalam data tersebut hanya dicantumkan Kabupaten dan Programstudi. Seperti halnya dalam kolom pertama disebutkan Kabupaten Tanjung dilanjutkan Program Studi Tadris Bahasa Inggris, hal ini seolah menunjukkan bahwa penerima beasiswa tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari Tanjung adalah penerima beasiswa.
Disisi lain salah satu Dosen Tarbiyah menyayangkan dari adanya kekeliruan yang terjadi, Ia berkata “harusnya beasiswa itu dapat dimaksimalkan untuk membantu mahasiswa yang sangat membutuhkan, seperti mahasiswa semester akhir yang sangat memerlukan bantuan dana”, ungkapnya kepada mahasiswanya.
Rep : ARY, Abdurokhman
Ed : Eva



KOMENTAR