Seperti Ketua SEMA FUAD Ruba’i dan SEMA FTIK Ilham, menyayangkan
kondisi sekretariat baru yang sangat sempit, mengingat jumlah anggota mencapai
sekitar 20 orang lebih. Menurut mereka ruang sekretariat menjadi sarana
penunjang dalam efektifitas pelaksanaan kegiatan. Dikhawatirkan dengan kondisi
serketariat yang sempit akan mengganggu dan memperlambat kegiatan.
“kondisi ruangan baru berpotensi menyebabkan konflik antar
organisasi, mengingat tiap-tiap organisasi telah memiliki beberapa alat-alat
atau barang operasional. Pembatas dari papan yang hanya beberapa meter
menyulitkan pengelola sekretariat untuk mengawasi barang-barangnya”, ungkap
Ruba’i.
Ilham menambahkan, sekretariat juga menjadi rumah kedua bagi
mahasiswa sekaligus pusat membangun kreatifitas,“Melihat kondisi ruangan sekre yang baru akan menyulitkan bagi
pengurus untuk melakukan diskusi” jelasnya.
Berbeda dengan kedua mahasiswa diatas, Presiden mahasiswa Kamil
justru menunjukkan sikap legowo,“Bersyukur atas apapun fasilitas yang diberikan pihak kampus”
terangnya kepada jurnalis kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Harles Anwar, menerangkan bahwa
keterbatasan dana masih menjadi faktor utama dalam membangun sarana yang layak,
namun pihak Kampus masih terus berupaya agar kedepannya dapat memberikan
sekretariat bagi Ormawa yang memadai. Sehingga mahasiswa diharapkan untuk puas
dulu dengan sarana yang ada.
“Untuk sementara ini kita bertahan dulu, yang penting kami akan
terus mengupayakan yang terbaik untuk mahasiswa”, ajaknya.
Rep : Muliatul, Aula
Ed : Eva



KOMENTAR