Mei
1998 menjadi catatan sejarah bagi perubahan Indonesia. Dilatarbelakangi karena
krisis Moneter yang berkepanjangan dan krisis yang multi dimensi, pada saat itu
Presiden Soeharto dianggap tidak mampu mengatasi permasalahan itu dan hanya mementingkan
kekuasaannya. Hal itulah membuat rakyat marah sehingga terjadilah gerakan revolusi
yang dimotori langsung oleh Mahasiswa inilah yang disebut Reformasi. Reformasi
yang dilakukan oleh mahasiswa ini banyak memakan korban jiwa terutama dari mahasiswa.
Hari
ini bertepatan 20 tahun Reformasi Indonesia sebagai insan cendikiawan khususnya
para mahasiswa seharusnya inilah sejarah yang tidak terlupakan dibenak
mahasiswa, pada waktu itu mahasiswa adalah sebagai fungsi sebenarnya yaitu agen
of change. Mahasiswa saat itu demo besar-besaran dan berhasil menduduki gedung
MPR/DPR dan pada saat itulah presiden Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden
Republik Indonesia. Peristiwa inilah yang membuktikan bahwa kekuatan rakyat mampu
untuk menggulingkan sebuah pemerintahan yang berkuasa.
Sejarah
telah mencatat, 20 tahun sudah era Reformasi berjalan, 20 tahun sudah sejak
mahasiswa turun secara besar-besaran bersama berbagai elemen-elemen masyarakat,
sebagai bentuk kekecewaan atas rezim yang ada.
20
tahun sudah itu semua berjalan, dan apa yang terjadi 20 tahun lalu masih
menyisakan berbagai macam kasus yang harus segera diselesaikan. Pelanggaran HAM
yang terjadi terhadap aktivis-aktivis mahasiswa dan perwujudan dari tuntutan
reformasi sampai hari ini belum terselesaikan. Setidaknya ada 6 poin tuntutan
reformasi, yang hingga hari ini kita masih menunggu realisasinya. 6 Tuntutan
tersebut adalah :
1.
Adili Soeharto dan kroni-kroninya
2.
Amandemen UUD 1945
3.
Penghapusan dwifungsi ABRI
4. Otonomi
daerah yang seluas-luasnya
5.
Penegakan Supremasi Hukum
6.
Pemerintah yang bersih dari KKN
Hari
ini, 20 tahun yang lalu sejarah bisa mencatat bahwa pergerkan mahasiswa bisa
menjadi sebuah gerakan yang meruntuhkan hegemoni kekuasaan, ketika kekuasaan
itu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. Saat ini, muncul sebuah
pertanyaan, apakah Indonesia hari ini sedang baik-baik saja? Jawabannya tidak
kawan-kawan sekalian.
Pencederaan
demokrasi yang dilakukan dengan adanya UU MD3, kenaikan harga BBM, impor
pangan, tenaga kerja asing yang masuk berbondong-bondong sementara banyak
pribumi menganggur, dan berbagai permasalahan lainnya adalah jawaban bahwa hari
ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
ayo
bangkit mahasiswa
Maka,
hari ini, kami mengajak teman-teman mahasiswa IAIN Palangkaraya untuk
menyuarakan aspirasi kita melalui tulisan dan pergerakan kita sebagai mahasiswa
bahwa reformasi yang ada belum bisa menjamin terwujudnya Indonesia yang lebih
baik.
Penulis
: Khairan



KOMENTAR