IAIN Palangka Raya - Zaman semakin modern dengan perkembangan teknologi yang canggih serta gaya kebarat-baratan sangat mengancam kelestarian budaya Indonesia dari segi gaya hidup mereka. Dalam hal ini, dapat diyakini bahwa tak semua kalangan muda tahu mengenai seluk-beluk sejarah daerahnya ataupun produk budaya tanah asalnya. Maka dari itu, untuk menjaga budaya daerah agar tetap lestari, Institut Agama Hindu Negeri Palangka Raya mengadakan perlombaan tari daerah dalam bentuk video.
Kegiatan tersebut, tak dilewatkan oleh LSBM Intitut Agama Islam Negeri Palangka Raya, mereka sangat antusias untuk turut serta dalam perlombaan tersebut. Dalam perlombaan ini LSBM mempersembahkan tari kreasi perdalaman, dengan tema “Bahalai Bawi Harati”. Yang terlibat dalam pembuatan video guna perlombaan yakni pembina LSBM, Ketua LSBM, Demisioner ketua LSBM Tahun 2017 sebagai pelatih, dan kawan-kawan pemusik LSBM, serta 7 orang penari.
Ketua LSBM Institut Agama Negeri Palangka Raya M. Rezkiyanor mengataka Keikut sertaan LSBM dalam perlombaan ini sejatinya menjadi wadah untuk melestarikan budaya dan juga berkarya, maka dalam hal tersebut mereka berupaya agar dapat menunjukkan bakat serta mampu berkarya guna meningkatkan kualitas kesenian di lembaga dan juga bisa memperlihatkan eksistensi diri sebagai sebuah lembaga seni.
“Seperti yang diketahui, bahwa kini dunia tengah berada dalam masa pandemi virus corona, tak terkecuali Indonesia. Bahkan Palangka Raya pun ikut terkena dampak penyebaran virus corona. Namun, kini telah memasuki New Normal sehingga mereka bisa melakukan latihan dengan tatap muka dan tetap menjaga protokol kesehatan. Baik itu menggunakan masker maupun handsanitaizer” ungkapnya.
Ia membahkan bahwa “Hambatan dalam pembuatan video tersebut mereka mengaku agak kesulitan, sehingga proses shooting dilakukan berulang-ulang. Hal tersebut dikarenakan perlombaan dilakukan secara online dengan mengirimkan video, ini disebabkan oleh panggung pentas biasanya dilakukan dengan cara offline” tutupnya. (PN/WH)



KOMENTAR